MANFAAT TERTAWA BAGI KESEHATAN





Tertawa merupakan ekspresi kebahagian yang muncul secara spontan tanpa direkayasa. Berbeda dengan senyuman yang hanya menarik sudut bibir ke samping, tertawa umumnya mengeluarkan suara unik dan berbeda pada masing-masing orang. Dibalik keunikan tersebut, tersimpan rahasia khasiat tertawa yang dapat membuat tubuh lebih sehat, mental lebih kuat serta umur lebih panjang secara alami.

Manfaat tertawa belum banyak diketahui dampaknya terhadap psikologis. Yang seringkali dipahami hanya perasaan senang saat tertawa. Tertawa tidak hanya bagus untuk kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental sebab dapat menimbulkan perasaan senang. Keadaan emosi yang baik membuat segala hal terlihat positif, mudah, dan ringan.

Ketika kita lebih sering mengekspresikan wajah dengan tersenyum ataupun tertawa, maka kita akan terlihat awet muda dan panjang umur. Hal ini dapat mengurangi kerutan-kerutan di wajah karena terjadinya pergerakan otot-otot di wajah sebagai salah satu olahraga ringan. Selain itu, tertawa mampu memberi pelatihan yang baik untuk memperlancar fungsi usus, sebagai organ pijat perut dan memperkuat otot-otot perut. Kegiatan ini menguntungkan untuk pencernaan serta penyerapan.

Tertawa meningkatkan kemampuan kita untuk berhubungan dengan orang lain. Hal ini juga menyebabkan sejumlah perubahan perilaku. Ini membuat kita lebih bersemangat dan meningkatkan minat dalam kegiatan sehari-hari,” ungkap A’isyah Nur Izzati, mahasiswa Psikologi UIN Syarief Hidayatullah Jakarta.

                Di Indonesia, terapi tertawa dipelopori oleh Dr. Yul Iskandar, SpKJ. Penelitian para ahli menunjukkan bahwa humor bisa menyebabkan orang lebih banyak tertawa, terutama orang dewasa. Dalam sehari, orang dewasa hanya tertawa sebanyak 15 kali, sedangkan anak kecil bisa mencapai 300-400 kali. Dapat dipahami, karena anak-anak memandang dunianya sebagai tempat bermain, tidak seserius orang dewasa.

Dokter Madan Kataria, seorang psikiater asal India (Mumbai) yang juga pendiri Laughter Club International dengan 70 cabang negara bagian menyatakan bahwa yang membedakan frekuensi tertawa antara anak-anak dan orang dewasa adalah karena faktor logika. “Anak-anak bisa tertawa tanpa sebab karena otaknya belum mengerti tentang logika, tetapi orang dewasa tertawa jika menurut logikanya ada yang lucu. Jadi,  jika tidak ada logikanya, ia tidak tertawa,” jelas dokter yang juga menulis buku Laugh For No Reason tersebut. Ia menekankan, pentingnya tertawa bagi orang dewasa. Mengawali hari dengan senyum dan tertawa selama 15 menit merupakan terapi fisik dan psikis untuk lebih bersemangat melakukan aktivitas dan menyegarkan pikiran sepanjang hari.

Sense of humor anak-anak lebih mudah tersentuh daripada orang dewasa. Melihat kupu-kupu terbang ke sana kemari saja, anak-anak bisa tertawa, sedangkan orang dewasa membaca cerita humor pun belum tentu bisa tertawa. Padahal, para peneliti sudah membuktikan bahwa tersenyum dan tertawa baik untuk kesehatan fisik maupun mental. Dengan tertawa kita bisa menghilangkan stress dan mencegah sekitar 70% penyakit. Ini membuktikan bahwa hati yang senang dan pikiran yang tenang akan menstimulasi kesehatan badan.

 “Pada saat tertawa sampai terpingkal, otot-otot bahu, dada, perut, dan pernapasan lebih bergiat. Jantung lebih terpacu, paru-paru lebih mekar, sekat rongga badan lebih mengembang, dan peredaran tubuh lebih deras,” tutur Dr. Handrawan Nadesul dalam sebuah buku yang berjudul Jurus Sehat Tanpa Ongkos.

Tertawa bersifat menular sehingga mampu mengurangi tingkat stres pada orang lain. Ketika seseorang tertawa karena suatu hal atau peristiwa yang lucu, kemungkinan orang yang berada di sekitarnya akan ikut tertawa pula. Tertawa memiliki sejuta ekspresi yang dituangkan dengan senyum bahagia. Hanya diri sendiri yang bisa merasakan efek ketika tertawa. Sejenak, masalah yang sedang dihadapi terasa hilang begitu saja. Tubuh lebih rileks dan tenang seakan-akan masalah telah berlalu.

Komentar

  1. Bisa lepas deh stres kalo sering ketawa, tapi jangan tiba2 ketawa sendiri 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe iyaa Risda hati2 aja kalo tiba2 ketawa tanpa sebab

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Mantep banget ih ka Devita tulisannya 💖

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasihh say, semoga bisa jadi wawasan baru buat kamu

      Hapus
  4. Balasan
    1. Semoga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yaa biar makin fresh dan awet muda hehe

      Hapus
  5. Wah tertawa ternyata ada manfaatnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa dong Atiyyah, segala sesuatu itu ada manfaatnya.

      Hapus
  6. aku mau ketawa terus ah biar umur panjang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh banget njel, tapi jangan berlebihan yaa hehe

      Hapus
  7. betul nih, kadang pengen kaya anak kecil yg bisa ketawa tanpa sebab daripada stress pikirannya kemana mana hahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak harus jadi anak kecil kok Alif, kita yang sudah dewasa juga bisa tertawa selepas-lepasnya untuk menghilangkan penat. Dibawa enjoy ajaa. Have fun!!!

      Hapus
  8. Wah... banyak juga yaa manfaat tertawa. Tapi ada yang bilang juga kalau banyak tertawa dapat mematikan hati (?)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tertawanya harus yang positif, jangan berlebihan. Karena sesuatu yang berlebihan hasilnya juga tidak baik.

      Hapus
  9. Balasan
    1. Terima kasih Kak Hisan, semoga bermanfaat yaaa

      Hapus
  10. Balasan
    1. Sama-sama Ade, semoga bisa jadi wawasan baru buat kamu

      Hapus
  11. Wahhhh aku receh, makasih lohhh infonya dep

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Putri, boleh di share juga ke teman-temanmu, semoga bermanfaat

      Hapus
  12. Balasan
    1. Silakan dicoba Syifa asal tertawanya tidak berlebihan ya hehe.

      Hapus
  13. Yeay saya merasa beruntung karena receh

    BalasHapus
  14. Wah saya merasa beruntung karena selalu tertawa. Tfyi

    BalasHapus
  15. Tapi jangan kebanyakan ketawa juga... ntar disangka... (isi sendiri) hehe :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hanya Goresan Pensil